Postingan

Berjuang Jadi Bunda

 Berjuang jadi Bunda.. bukan hal yang mudah seperti kata orang, bagi kami para pejuang garis dua. mudah bagi mereka mengomentari kehidupan kami yang hingga saat ini belum diberikan momongan. Bukan tak marah dan tak merasa, kami diam karena kami tau kalian tidaklah penting dalam hidup kami. Meski kami tau, Anda adalah orang tua kami. Anda adalah saudara kandung kami. Tapi mohon, berhentilah mengurusi hidup kami... ... Hi, para pejuang garis dua yang juga tinggal satu atap dengan mertua :) apa kabar? Bukan hal yang mudah jika kita harus tinggal dengan mertua, sedang kita adalah wanita menantu. Berbagi rumah dengan mertua yang punya tipikal otoriter dan mau mengatur. Beratttt... Sempat berpikir untuk pergi, meninggalkan rumah dan ingin tinggal sendiri. Tapi suami keberatan karena akan menyinggung ibunya, tapi ia mungkin tidak berpikir betapa sulitnya berbagi rumah dengan mertua. benar suami bilang, "ini rumah kita" tapi hampir semua urusan rumah, mertua ikut campr di dalamnya......

Berjuang:) Jadi Bunda - jilid 1

 Bagaimana aku mengungkapkan perasaanku ya, Sedih, Kecewa namun harus tetap percaya. Yakin. Pasrah pada apa yang TUHAN rencanakan. September 2020 kemarin aku hamil, Senangnya... Setelah penantian selama 9 bulan :) Kami memutuskan cek ke dokter dan memang hamil, udah keliatan ada balon bayinya.. gitu katanya.. Dokter Syarief, di RS. Hermina saat itu. tapi sayangnya, seminggu kemudian, saat itu entah kenapa, suamiku marah2 ga karuan. Dasarnya aku ga suka dimarahin, aku kesel dan nangis sendiri di teras depan. Sebenarnya masalah sepele dengan mertuaku yang kebetulan saat itu tinggal bersama kami. Masalah tentang beli lemari piring. Sepele banget kan. Esok paginya aku mens dong,?????  ?????? karena Senin itu suamiku ke luar kota, aku memutuskan menunggu ke dokter Selasa saja. dan bener aja, Bayinya lepas :( Syok banget tuh kita... trus sejak hari itu kita program hamil sekalian sama dokter Syarief. saat mens, Dokter kasi aku Dipthen & Dalfarol nanti h13, aku balik lagi untuk T...

Berkata Tentang Waktu

Bukan salah Kamu dan Aku saat WAKTU membawa dunia menjadi KITA Kembali kenangan tentangmu berlari dalam keliaran pikiranku Mendung kelabu di masa itu, menjadi Gudang cerita Cinta kita Kenangan manis di bawah atap menaungi kisah kita membawa kembali rasa hangat sebuah pelukan melangkahkan ingatan dalam kenangan kita menari di bawah hujan Bukan salah Kamu saat kamu menggandeng tangan wanita lain menuju pelaminan Bukan salah Aku saat hati terus berteriak merindukan tawa dan genggamanmu Bukan salah Kita saat p e r p i s a h a n menjadi jawaban dari semua penantian yang kita rajut menjadi menara penuh cerita tentang masa depan tentang seorang anak perempuan dengan mata seperti matamu dengan senyumanku menghiasi wajahnya tangan mungil bibir merah memanggil Kamu dan Aku o r a n g   t u a  dulu Dulu sangat Dulu aku meratapi diriku tanpa kehadiranmu hingga aku tertarik dalam satu wadah tak bertuan gelap ...

Berteman Dengan Malam

Pada akhirnya, aku hanya berteman dengan malam Kesendirian yang selalu datang seakan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam diriku. Ingin aku meneriakan jeritan malam dalam kesunyian, hanya hembusan nafas aku dengar. Aku bahkan kehilangan rasa kenyamanan itu, hanya sendiri kurasa. Malam selalu datang menemaniku dalam kesendirian, hanya kesetiaan malam. Bukan angkuh Bukan ingin Aku hanya jenuh dalam keterpurukan sendiri Aku kesepian dalam kesendirian Aku kehilangan arah atau mungkin kami tak searah atau hanya perasaan yang tak lagi bersama Aku mencari, Aku menunggu ditemani malam Dalam heningnya Dalam dinginnya Dalam gelapnya menenggelamkanku dalam kehancuran Mungkin memang aku tak  ditakdirkan bersama mungkin memang aku seharusnya sendiri menelan tiap pahit dan getir pilu dalam hati untuk bisa tersenyum esok hari dan hanya malam yang mampu menerima tiap nyataku adanya aku beginilah aku jadi aku yang tak dilihat saat siang dan hanya sendiri da...

T E R L U K A

Aku ingin mengaku satu hal yang selama ini aku simpan Tak ada yang tahu Tak seorangpun mau tahu Tak ada yang ingin sekedar ingin tahu Betapa T E R L U K A nya aku pernahkah kau membayangkan piring yang pecah? terlempar dari meja makan dan menghantam dinding batu? mungkin seperti itulah aku Saat itu aku sangat berbahagia, di hari pernikahanku, keluarga dari ayah angkatku hadir beberapa hari sebelum hari pernikahanku, ibu angkatku, bukan, wanita yang mengaku sebagai mama  angkatku menyampaikan bahwa tak akan ada keluarga yang akan datang, mereka tak akan datang dalam pernikahanku. karena katanya, pernikahan ini hanya akan mencoreng nama keluarga. beberapa bulan sebelum hari pernikahanku, aku mencoba mengkomunikasikan acara pernikahanku dengan wanita yang sering aku panggil dengan sebutan mama,   namun hanya kecewa yang aku dapatkan. Setiap kali aku membuka pembicaraan tentang pernikahanku, dia sibuk dengan pikirannya sendiri tentang bagaimana persiapan per...

Malam Sendiri

Malam ini aku tak juga bisa menutup mataku. Dinginnya AC di kamarku, hangatnya tebal selimutku tak mampu jua menyamankan ragaku hingga terlelap. Lengan kuat terlelap di sampingku, Tapi kakiku membawaku melangkah keluar dan duduk bersama dinginnya kursi di malam sendiri. kuseduh secangkir teh hangat menemani sendiriku, kubuka tab mencoba mencari inspirasi malam Entah rindu, entah duka hati ini terasa sepi menepikanku dalam diam menatap layar kosong di hadapanku membuka ruang yang telah lama terkunci dan terlupakan tahukah engkau wahai langit malam, aku ingin sekali lagi bertemu dengan dia dia yang sudah tak ada lagi untukku dia yang tawanya begitu menenangkan dia yang pelukanya mampu mengusi segala lara dia yang tatapannya membangkitkan asa dalam jiwa aku ingin melukiskan sinarnya dalam anganku memeluk kembali apa yang telah tiada Aroma teh bercampur dengan aroma malam yang sepi membawaku semakin menjauh dari nyata bernyawa menarikku jauh dalam kenangan andai...

Terjebak Angan

Beberapa malam ini aku memimpikanmu, Bertemu denganmu Menatap matamu Menikmati senyumu Bercanda bersamamu Dosakah aku, menikmati saat bersamamu? Aku terbangun dengan cinta yang membuncah meledak dalam dada meluap memenuhi angan Malam tadi, Aku memimpikanmu Menyelesaikan obrolan yang tak pernah selesai Cinta yang tak berujung Kamu dan Aku Sekali lagi aku memimpikanmu, Seakan aku berdiri antara kau dan dia Mengapa kau mengejarku dalam mimpi sedang aku tak lagi menunggumu? Pernah aku berangan, kita saling menggenggam, merengkuh dalam kasih beralaskan harapan yang kau berikan beratapkan buaian kata manis ragamu dan itu berhenti hanya dalam angan seperti hari ini, sekali lagi.. Kau kusimpan dalam Angan