Postingan

memang hanya Yesus, Tuhan, yang sanggup

Hal mencintai atau dicintai bukanlah hal yg dapat diatur. Dia datang dan pergi sesuai kasih karunia Tuhan saja. awal tahun 2011 aq kehilangan seseorang yg aq cintai. Aq merasa kecewa, sedih, tak berarti lebih. Semua tampak buruk, meski berusaha untuk baik baik saja... aq perlu waktu lama untuk baik baik saja. hari berlalu berganti minggu, bulan berlalu berganti tahun... lelaki datang dan pergi dari kehidupanku tanpa aq bisa benar benar jatuh cinta. bayangan masa lalu dan 'kesempurnaan' yg aq ingat membuat aq tak benar benar bisa menerima seseorang yg lain. Dia dan bayangan tentangnya masih saja memenuhi pikiranku. Aq masih berdebar senang setiap melihat atau mendengar tentangnya... dia dan selalu dia. aq ingin bertemu dengannya lagi.. menjalin komunikasi lagi. Rasa rindu, penasaran, kangen, geregetan.. meluap luap menjadi satu kesatuan. Aq selalu berdoa untuk bisa berkomunikasi dengannya lagi. Hingga suatu hari, dia mengirimkan sebuah pesan padaku di pagi hari. Dia mengiri...

semua sia-sia

Aku melihat di sepanjang perjalananku orang-orang berlomba mengumpulkan harta dengan bekerja sekuat tenaga. Dia bekerja melelahkan diri sepanjang hari untuk hasil yang kemudian tak ia nikmati. Semua menjadi sia-sia ketika ia hanya mampu melihat orang lain menikmati harta yang ia kumpulkan. Aku melihat pula, sebagian lagi brrsusah payah mengumpulkan gelar pendidikan sebagai kebanggan. Sarjana. Master. Lebih lagi, Profesor. Berhari-hari mereka belajar menambah ilmu pengetahuan. Uang yang mereka dapatkan mereka tukar dengan pendidikan dan gelar. Kebanggaan bagi mereka mendapatkan semua pengetahuan. Namun semua menjadi sia-sia jika tak didasari dengan cinta kepada sesama. Harta. Gelar. Semua adalah kesia-siaan jika tanpa Tuhan sebagai dasarnya. Karena hidup ini adalah suatu tanda tanya. Tak tau apa yang akan terjadi esok. Hidup hari ini adalag anugrah yang Tuhan berikan. Kemampuan untuk menikmati hari ini adalah kasih karunia yang Tuhan hadiahkan kepada orang yang diinginiNya. TAKUT ...

terimakasih

hai yang mahakuasa.. akankah kau menyalahkanku saat aku menangisi kehidupanku? ........engkau lebih dari segala yang mampu aku pikirkan jika aku harus bermegah.. maka aku bermegah karenamu cintamu yang begitu besar kepadaku, membuat aku mampu melewati semua kesesakan ini tanganmu yang kuat selalu membawaku dalam pelukmu. aman. hangat dan menenangkan jiwa engkau melebihi batas pemikiranku jika aku harus bersujud dengan hatiku, maka aku hanya akan bersujud dihadapanmu aku terlalu sombong untuk berkata aku takut, tapi di hadapanmu, aku menumpahkan segala airmata ketakutanku, kegentaran hatiku menghadapi kehidupan yang aku rasakan menghimpit jiwaku aku terlalu angkuh untuk berkata aku salah, tapi dengan berlutut dihadapanmu aku mengakui semua perbuatanku, semua yang tersembunyi didalam hatiku, semua yang aku simpan dalam pikiranku aku wanita yang terlalu egois untuk sekadar berkata aku meminta tolong, tapi kepadamu hanya kepadamu, kubertahukan semua hal...

kutunggu kau @TRIBECA

kusuka saat senyum mengembang di wajahmu.. indah.. menyejukan hatiku yang merapuh.. tawamu yang renyah mampu mengusir kegundahan saat pekat melanda bersamamu... langit menjadi cerah, tak kulihat mendung tak kulihat sukar menghadang setiap kata semangatmu mampu membangkitkan asa dalam jiwaku setiap pesan yang kau kirimkan, mampu mengusir sepi dalam setiap malamku setiap helaan nafas di setiap katamu mampu menyapu resah dalam kalbu semakin hari, hadirmu semakin nyata bukan mimpi bukan pula buaian angan semakin hari... kau menumbuhkan rasa rindu yang ingin bertemu melewatkan mu.. adalah hal yang tak ku perlu.. mungkin aku takut...tapi aku memilih untuk menunggu waktu yang membawa kita saling bertemu waktu pula yang memberikan ruang untuk kita saling mengenal waktu yang membawa kita mendekat waktu pula yang memberikan ruang untuk kita terpisah dan asa ini menguntai sebuah impian tuk waktu mengijinkan kita bertemu... kutunggu kau dan senyummu..

Natal tahun ini

Aq tak pernah mengenalnya..hingga satu matakuliah mempertemukan kami aq menatap layar komputer di depanku menunggu giliran DIA memutar kursinya dan menatap kearahku, menhulurkan tangan dan mengenalkan namanya DIA. tak banyak kata diantara kami, sesekali setelah waktu itu, kami bertemu dan akulah yang banyak bercerita. Pekerjaan datang disela jam kuliah. Aku dan DIA. seiring waktu kami bertumbuh, DIA lukus dengan nilai yang baik. 2th kemudianpun aku lulus. lama tak bertemu... di Natal Putihlah kami melanjutkan langkah pertemanan kami. Tak ada hal ataupun cerita berikutnya.. hilang. Terpisah. Tanpa kabar dan DIA muncul di depan rumahku di Natal sekian tahun kemudian... DIA yang aku simpan di hati.. Natal tahun ini...menjelang Natal tahun ini.. kami, aku dan DIA mendekat. Waktu mendekatkan kami namun bukan berarti untuk menyatukan kami yang terpisah. Waktu memberi kami kesempatan untuk saling mengenal dan melihat lebih jauh... waktu pula yang memberi kami kesempatan untuk memutus...

fatamorgana

Bertumpu pada kakiku melemah... berjalan perlahan menyusuri ratapan malam yang berkepanjangan hingga kering ini tak lagi temukan ujung Sekelebat fatamorganapun menguap Keresahan.. kegundahan penyesalan.. pengakuan ditinggalkan... kesepian merindu....merintih Bahkan sekelebat fatamorganapun tak kutemukan

ekstra hati..

tak pernah terbayangkan olehku.. d i a  muncul... dia yang tak pernah aku pikirkan hingga aku justru bertanya tanya... mengapa dia?? sungguh mengapa dia? dan mengapa justru hatiku bergetar saat bersamanya.. lidahku kelu tak mampu mengucap kata... malam itu dia datang... esok sore dia datang... d i a selalu datang.... mungkin memang aku perlu memiliki ekstra hati untuk tidak jatuh cinta padanya... atau aku perlu e k s t r a  H A T I untuk dapat mencintainya